Pada suatu desa..

Hati menari-nari di atas kuncup bunga liar
Terlihat mudah memetik kelopak yang tak berduri
sepertinya singgah pada mahkota mekar berwarna warni
menampakkan warna merah muda serta kehitam-hitaman.

Namun itu tiadalah suasana syahdu pada sepasang hati dan pikiran
yang setiap waktu di suatu titik dengan mudah memporak-porandakan angan.
lenyap Meninggalkan kepedihan, menyisakan doa
dan pada akhirnya tetap menyisakan doa.

Hey jiwa rapuh para pengelana cinta, tolong hentikann langkahmu
pada suatu desa yang walaupun tak terlihat kemakmuran tetapi ada kedamaian.
Ikat erat hatinya pada suatu titik
buatkan pasung untuknya
cambuk perasaannya selalu seperti pertama kali ia terjerat.

karna sampai kini ia begitu tersiksa.
Seperti menawarkan senyum simpul
tapi terlihat di dalamnya adalah keresahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: