Berpetualang

Hati, Jiwa, waktu, pikiran telah sampai pada jalan biasanya
ditempatku berdiri dan duduk lalu kemudian berdiri lagi
dimulai dari sekarang hingga kepada lingkup yang membawaku seperti ini
berdiri lagi melangkah menyisir jalanan liar pada suatu perasaan

akulah yang disebut awan berawan
aku sering disebut sebagai hujan yang hanya turun karena rindunya seseorang
aku juga bisa disebut hari yang akan memasuki senja

pada setiap titik yang menyisakan sedikit celah dilaluinya cahaya,
pada setiap hati yang terus menerus menyanyikan lagu sendu,
pada setiap rindunya sang perawan
disanalah pemandangan paling indah untuk dilalui.

Advertisements