Tuhan dan Makhluk_Nya

Robbal Alamin..
Kreasi_Mu tak terbantahkan takjubnya.
Ide_mu begitu sempurna bersama implementasinya
Menangis seluruh zat Kau buat.
Pilu memancarkan mata berkaca-kaca
Tak berhenti tangan menyangga di depan dada

Dan memang seharusnya aku harus kau buat meminta-minta
Tidak dengan niat merendah karna aku memang sangat rendah

Ketika waktu memohon dan merintih adalah tetap di hadap_Mu.
Genggamlah dua rasa rindu itu bersanding.
Saat yang lainnya berhasrat menyampaikan tumpukan risalah
Disini adalah aku.
Yang pada suatu ketika juga mengikhlaskan rentetan senyum
Setiap pagi hingga senja
Dan tak bisa berhenti sampai disitu
Karna pun sebelum bermesraan dengan_Mu aku akan seperti itu.

Entah apa harapannya
Tapi kehebatan_Mu yang memaksaku menyusun rindu
Untuknya, makhluk_Mu yang begitu angkuh

Di titik kecil hati yang memang berwarna keruh.
Engkaupun tak memberiku alasan untuk berhenti
Tak ada, kecuali engkau biaskan semuanya.

7-6-11

Advertisements

Adinda

Satu kata dalam kehebatan waktu saat itu.
“pesona”
yang nantinya saat waktu berjalan pasti akan ada sekian tanda tanya,

hey hawa, siapa  gerangan?
taukah warnamu tak terhapus?

 

Senyum Embun

Selalu tersisa tanya dan berbagai tanya,
Sampai saat selimut tipis ini memelukku dengan mesra,
Saat pagi menyapaku dengan cerianya.
Saat kabut subuh mengantarku dengan kasih sayangnya
Dan saat” suasana rindu yang terus menggantung dengan indahnya.

ini untukmu dimasa nanti.
Entah kapan
Petiklah buah cinta yang semakin masak,
Sebelum jatuh membusuk dimakan cacing.
Dan mawar yang masih kemerah-merahan,
sebelum tumbuh kuatnya duri di sekelilingnya.

Taukah?
Keduanya adalah milikmu.

Dan apa yang paling berharga dari itu.?
Atas semakin mahalnya ketulusan serta kepercayaan.
Adalah senyum embun..

Tentang Keduanya

Rindunya suasana hati ini pada keluguan
Yang menawan pada setiap nasehat paling indah
Ucapanmu bagai sebuah aliran syair
Begitu deras terus berjalan walaupun saat ini jelas sekali kasat mata
Mensaratkan pancaran asa terbesar pada masing buah hatinya.

Jikalau engkau tau..
Lihatlah masih kusimpan sarung kusut pemberianmu
Walau semakin lusuh, tapi itu sudah cukup pada gambar satu kerinduan
Hierarki rindu didalamnya adalah ingatan apa yang harus dilakukan dengannya

Jikalau engkau tau..
Saat kegelisahan tan memberikan kenyamanan
Menoleh pada setiap penjuru padang hampa
Yang dalam waktu berjalan nampak mengering
Semakin tandus tak kuasa terendus
Suaramu adalah oasis murni yang harus ku teguk

Jikalau engkau tau..
Seraut wajahmu begitu kental membuatku terbuai.
Memperlihatkan kehebatan rasa cinta
Dan menyisihkan tak terbatas rasa kasih sayang
Engkau yang duduk dikursi reot penuh pasungan pasak
Engkau yang begitu setia menyeduhkan kopi hangat di jam 8 pagi

Jikalau engkau tau..
Iya.. engkau dan engkau
Walau terkadang aku sering terjerat terikat tak karuan
Jiwaku kau rajut lagi dengan begitu indahnya

Jikalau engkau tau..
Tak ada batasan kata untuk mencintaimu.
Tak ada batasan kata untuk tidak menciummu
Dan tak ada batasan kata untuk ungkapan paling hebat

Jikalau engkau tau..

Percakapan SpongeBob dan patrick

SpongeBob : Aku benci kau, Patrick.
Patrick : Aku benci juga.
SpongeBob : Aku benci kau tak peduli apapun itu!
Patrick : Aku akan membencimu bahkan jika aku tidak membencimu.
SpongeBob : Aku akan membencimu bahkan jika itu masuk akal.
Patrick : Aku benci kau bahkan jika kau jadi aku. Itulah betapa aku membencimu.

PPatrick : taukah kamu apa yg lbh lucu dari 23?
SpongeBob : apa itu?
Patrick : 24

Read the rest of this entry »

Pada suatu desa..

Hati menari-nari di atas kuncup bunga liar
Terlihat mudah memetik kelopak yang tak berduri
sepertinya singgah pada mahkota mekar berwarna warni
menampakkan warna merah muda serta kehitam-hitaman.

Namun itu tiadalah suasana syahdu pada sepasang hati dan pikiran
yang setiap waktu di suatu titik dengan mudah memporak-porandakan angan.
lenyap Meninggalkan kepedihan, menyisakan doa
dan pada akhirnya tetap menyisakan doa.

Hey jiwa rapuh para pengelana cinta, tolong hentikann langkahmu
pada suatu desa yang walaupun tak terlihat kemakmuran tetapi ada kedamaian.
Ikat erat hatinya pada suatu titik
buatkan pasung untuknya
cambuk perasaannya selalu seperti pertama kali ia terjerat.

karna sampai kini ia begitu tersiksa.
Seperti menawarkan senyum simpul
tapi terlihat di dalamnya adalah keresahan.

Berpetualang

Hati, Jiwa, waktu, pikiran telah sampai pada jalan biasanya
ditempatku berdiri dan duduk lalu kemudian berdiri lagi
dimulai dari sekarang hingga kepada lingkup yang membawaku seperti ini
berdiri lagi melangkah menyisir jalanan liar pada suatu perasaan

akulah yang disebut awan berawan
aku sering disebut sebagai hujan yang hanya turun karena rindunya seseorang
aku juga bisa disebut hari yang akan memasuki senja

pada setiap titik yang menyisakan sedikit celah dilaluinya cahaya,
pada setiap hati yang terus menerus menyanyikan lagu sendu,
pada setiap rindunya sang perawan
disanalah pemandangan paling indah untuk dilalui.

« Older entries